Home » » Makna Tahun Baru 1434 Hijriyah dan Tahun Baru 2013

Makna Tahun Baru 1434 Hijriyah dan Tahun Baru 2013

Written By Ravindra Indra on Minggu | 18:53


Makna Tahun Baru 1434 H

                Tahun baru Hijriyah 1434 H yang insyaAllah jatuh pada hari kamis tanggal 15 Nopember 2012 adalah tahun baru Islam dan Juga Makna Tahun Baru 2013 M yang menyimpan makna yang cukup mendalam. tahun baru Hijriyah biasa dirayakan oleh seluruh umat islam yang penuh dengan makna. Sebelum diuraikan secara panjang lebar mengenai makna tersebut alangkah baiknya kita tahu tentang apa tahun baru. Tahun baru adalah tahun  dimana dimulainnya perhitungan awal bulan islam yaitu bulan Muharram sebagai bulan yang menduduki penempatan paling awal, dalam bahasa jawa bulan Suro.   

                Dikatakan tahun baru karena sudah lengkap 12 bulan telah terlewati dan selanjutnya permulaan awal sampai melewati 12 bulan kedepan. Maka diawal bulan inilah dikatakan tahun baru.

                Kalau mengingat tahun baru berarti ada pula tahun lama, tahun tahun yang telah berlalu. Tahun dimana kita telah menghabiskan waktu kita untuk melakukan sesuatu. Di tahun lalu banyak sekali kejadian-kejadian yang telah kita lewati, ada kalanya senang, sedih, tertawa, menangis, baik, buruk dan lain-lain. Kenangan-kenangan itulah yang nantinya akan menjadi bahan pelajaran bagi perilaku kita untuk intruspeksi diri, memperbaiki diri dan mengembangkan diri untuk menyongsong tahun-tahun yang akan datang. Berikut makna yang tersirat dalam tahun baru Hijriyah.

Intruspeksi diri

                Dalam intruspeksi diri tentunya kita akan mempertahankan perilaku kita yang sudah bagus dan mulai untuk meneliti perilaku kita yang sekiranya kurang pas untuk diaplikasikan dalam masyarakat. Mungkin ada yang masih salah atau tidak diterima masyarakat bahkan sampai dikecam oleh masyarakat. Ini perlu mendapat perhatian khusus, sebab kita hidup dalam masyarakat maka kita harus mengikuti budaya masyarakat tersebut selama tidak melanggar syareat islam atau tidak melanggar ketentuan Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ dan qiyas. Beradaptasi dengan masyarakat lebih diprioritaskan dari sekedar mempertahankan ego kita. Bahkan sebagus apapun profesi kita dengan kata lain kita adalah manusia terhormat sekalipun, harus mau berbaur dengan masyarakat secara umum dengan tujuan untuk saling bertukar ilmu bukan untuk menggurui atau merendahkannya. Komunikasi inilah yang sering terlupakan. Kalau kita sekedar berkumpul dengan komunitasnya sendiri maka yang timbul adalah terbentuknya kelompok-kelompok atau komunitas-komunitas. Misalnya : Komunitas Mahasiswa, komunitas santri, komunitas anak jalanan, komunitas pejabat, dll dengan nama yang disesuaikan dengan komunitas mereka. Mengapa timbul hal demikian, karena kurangnya komunikasi antar mereka.  Kurangnya frekuensi pergaulan diantara mereka bahkan lebih parah lagi tidak mau saling bergaul karena bukan komunitasnya. Kita berharap tidak demikian adanya tetapi harapan kita adanya jalinan kasih sayang dengan saling menghargai diantara kita apapun profesinya, apapun kastanya, apapun sukunya dan siapapun keturunannya kita akan selalu bersatu, bersama, saling menolong dan bekerja sama didasari dengan pengabdian, pengorbanan dan tanpa pamrih sperti yang telah saya ulas dalam artikel saya tentang “arti pahlawan  secara lebih luas“. Yang merupakan penerapan nilai-nilai yang pernah ditanamkan oleh para pejuang kita.

Memperbaiki Diri

                Kejadian masa lalu terkadang menyimpan cerita pahit, menyimpan kesalahan-kesalahan dan kehkilafan yang menjadi cerita buruk, bukan hanya sekedar menyesali tetapi harus diperbaiki. Jangan pernah mengatakan terlambat, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali untuk memperbaiki. Sahabat-sahabat pembaca yang dimulyakan oleh Allah, kesalahan itu bisa terhadap manusia atau kita salah terhadap Allah, kesalahan terhadap manusia caranya kita harus meminta maaf kepadanya. Kalau kesalahan terhadap Allah kita harus bertobat kepadanya dengan taubatan Nasuha ( yaitu tobat dan berjanji tidak akan mengulanginya ) kita tahu bahwa Allah memiliki sifat Ghofurun Rohim artinya Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Kalau kita mau bertobat dan mau memperbaiki kesalahan pastinya Allah akan memberikan kasih sayang kepada kita. Tujuannya adalah kita akan lebih baik dikemudian hari.

Pengembangan Diri

                Berdasarkan kisah masa lalu atau cerita tahun lalu kita tentunya memiliki sebuah keberhasilan-keberhasilan yang telah kita raih. Keberhasilan itu telah membuat kita lebih baik, telah membuat hidup kita lebih bermakna, namun terkadang keberhasilan yang kita capai belum sepenuhnya maksimal oleh karena itu kita perlu untuk meningkatkan dan mengembangkannya sehingga akan meraih apa yang dinamamakan kesuksesan yang sempurna. Perilaku demikian merupakan wujud syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Dengan begitu nikmat yang telah kita peroleh itu  akan ditambah oleh Allah dengan kenikmatan-kenikmatan yang lain. Ini menunjukkan Allah memberikan apresiasi besar bagi siapa saja yang mau mensyukuri nikmat yang telah diberikan olehNya. Jangan pernah merasa puas atas apa yang telah kita raih, perbaiki terus, kembangkan terus sebagai salah satu bukti kesungguhan dan semangat kita dalam mengarungi kehidupan ini. Semoga kita semua diberikan kekuatan oleh Allah dalam segala Hal amin.

Demikianlah yang bisa penulis sampaikan semoga bisa memberikan inspirasi kepada sahabat pembaca setia blog sanggar seni pacul. Semoga bermanfaat!

Terima Kasih atas kunjungannya...
Share this article :

+ komentar + 2 komentar

7 Desember 2012 10.37

Artikel ini sangat bermanfaat buat saya mas.. :)

7 Desember 2012 10.38

Artikel a sangat bermanfaat mas..

Poskan Komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Hoe Studio Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger